Facebook Places: Giliran Facebook yang Mengancam Foursquare

Baru saja saya mengupdate aplikasi Facebook for iPhone. Begitu saya buka, mata saya langsung tertuju pada sebuah icon baru di tengah-tengan aplikasi tersebut yang bertuliskan Places. Wow! Apalagi nih? Langsung saja saya klik dan dibawa ke sebuah page baru yang bertuliskan: This feature will be available in your region soon. Ah… sayang sekali, saat tulisan ini dibuat layanan ini belum dapat digunakan.

Kilas balik ke satu bulan yang lalu, ada sebuah berita yang menuliskan “Foursquare Mulai Mengancam Facebook dan Twitter?“. Hmm… sepertinya Facebook tidak tinggal diam. Kalau dugaan saya benar, kali ini Facebook ingin memukul balik mengancam Foursquare. Read More »

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Internet, Web 2.0 | Tagged , , | 20 Comments

Komunitas StartUp Lokal

Saat saya dan Deni melepas kro.co ke publik akhir Juli lalu, kami belum mengenal yang namanya startup lokal. Saya baru mengenalnya lewat situs jejaring sosial Twitter di hashtag #StartupLokal. Meski startup lokal sedang mencari bentuknya, saya melihat komunitas ini memiliki potensi berkembang yang cukup kuat. Komunitas-komunitas startup lokal pun sudah mulai terbentuk seperti Fowab di Bandung, Suwec di Surabaya, atau Bancakan di Jogja. Sayang untuk daerah Bali belum ada komunitas seperti ini.

Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini para pengembang startup lokal di Bali berminat untuk membentuk sebuah wadah. Hehe…

Saya sendiri sebenarnya masih bertanya-tanya, apakah kro.co pantas disebut startup lokal atau tidak, namun yang lebih penting bagi saya adalah kro.co dapat diterima dan memberikan manfaat kepada komunitas internet di Indonesia.

Melalui tulisan ini, saya juga ingin mengucapkan “SELAMAT MERAYAKAN HUT KE-65: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA.” Semoga kita juga semakin bangga menggunakan produk-produk lokal termasuk karya-karya dari para pengembang startup lokal Indonesia ;)

Artikel lain yang dapat menjadi referensi tentang startup lokal:

Hidup startup lokal Indonesia!

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Internet, Social Media, Web 2.0 | Tagged , , , | 8 Comments

Hai, Apa Kabar Auto Content?

Saya tidak menyangka kalau tulisan saya yang berjudul “Menipu Pengunjung dengan Auto Content” mendapat respon yang begitu banyak dari pembaca blog ini. Meski di kolom komentar banyak yang setuju bahwa Auto Content cukup merugikan pengguna mesin pencari dan sepakat untuk “Memerangi Auto Content“, namun ada juga yang mengirimkan “protes”-nya langsung ke email saya. Mungkin mereka lupa membaca kalimat pada baris terakhir: Jika tidak berkenan mohon abaikan saja! :grin:

Tapi saya menghargai perbedaan pendapat kok *duh kayak pak Presiden aja*. Banyak yang mengungkapkan “keuntungan” menggunakan Auto Content di blog mereka. Namun masih sedikit yang mau (atau berani?) mengungkapkan efek samping dari Auto Content. Mudah-mudahan keduanya bisa ditampilkan berimbang agar mereka yang ingin mencoba mendapat informasi yang cukup untuk ditimbang-timbang.

Menyikapi masalah Auto Content yang masih ada sampai sekarang, kita bisa melihatnya dari sudut “Segitiga Epidemiologi” atau “The Epidemiologic Triangle“, sebuah istilah dalam dunia kesehatan yang menggambarkan proses timbulnya penyakit melalui kombinasi tiga faktor: agent, host, dan environment.

Menyangkut Auto Content, dapat saya analogikan sebagai berikut:

  • Agent  (What?) – atau penyebab. Dalam hal ini adalah Auto Content dan pengguna Auto Content tersebut. Solusi: dengan memberikan informasi yang benar dan berimbang tentang Auto Content sehingga pengguna dapat memutuskan untuk meneruskan atau berhenti menggunakan Auto Content.
  • Host (Who?) – atau penjamu. Mereka yang menggunakan mesin pencari. Solusi: dengan memberikan tips untuk mengenali situs-situs Auto Content dan melakukan pencarian yang “cerdas”.
  • Environment (Where?) – atau lingkungan. Tidak lain dan tidak bukan adalah mesin pencari, atau dalam hal ini adalah Google.

Yah… harapan saya sih sederhana saja: Ketika saya mencari sesuatu di mesin pencari, saya mendapatkan informasi yang saya inginkan, bukan hanya berputar-putar pada situs yang tidak jelas juntrungannya. Itu saja kok! Sekali lagi, jika tidak berkenan dengan tulisan ini, abaikan saja ya…

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
Posted in Blog | Tagged , , | 23 Comments

Cara Menggunakan Sistem API kro.co

Sebagai penyingkat URL, kro.co memang paling pas digunakan untuk berbagi tautan di Twitter. Keterbatasan karakter yang dapat kita gunakan (140 karakter) membuat semakin pendek URL yang kita bagi akan semakin baik, karena akan memberikan ruang berkomentar yang lebih banyak. Aktivitas ber-twitter ria akan lebih asik bila kita menggunakan aplikasi pendukung seperti TweetDeck, Twitter for iPhone/BlackBerry/Android, atau juga UberTwitter. Nah, kro.co memiliki sebuah sistem API sederhana yang dapat menjadikan sharing URL via Twitter jadi lebih mengasikkan.

API atau application programming interface adalah cara suatu aplikasi untuk berinteraksi dengan aplikasi yang lain. Sebagai contoh saya akan memberikan cara menggunakan sistem API kro.co pada TweetDeck. Untuk aplikasi lain umumnya juga sama, hanya tempat untuk settingnya saja yang bisa berbeda.

  • Buka TweetDeck setting, kemudian pilih Services.
  • Pada “Select the service you wish to use to shorten URLs” pilih Others.
  • Pada “Other URL Shortening Endpoint” masukkan http://kro.co/api.php?url=%@
  • Lalu klik “Save settings

Setelah itu Anda tinggal mengaktifkan Auto URL Shortening -ON dan ketika status Anda memuat tautan URL, maka akan secara otomatis dipersingkat ke format http://kro.co/xxxx

Untuk aplikasi lain seperti Twitter for iPhone, setelah menulis tautan, Anda dapat memilih “Shrink URLs” untuk menyingkat URL. Jadi tidak perlu lagi bolak-balik ke situsnya kro.co, memposting link, menyalin, kemudian kembali lagi ke aplikasi-aplikasi Twitter.

Sekian dulu, semoga membantu ;)

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 7.5/10 (2 votes cast)
Posted in Internet, Tips | Tagged , , , , | 16 Comments

Officially 28: kro.co!

Waaaah… sudah 28 tahun nih. Setiap saat kita memang bertambah tua, namun sering kali baru disadari saat kita berulang tahun. Pada tulisan kali ini, saya tidak akan membuat renungan karena menurut saya “renungan tentang kematian” adalah renungan terbaik disaat kita berulang tahun.

Di hari ulang tahun ini saya me-launching kro.co, sebuah situs untuk penyingkatan URL gratis yang saya kelola bersama sahabat saya, Deni Surya. Kebetulan setelah domain .CO dilepas ke publik beberapa waktu lalu, saya sempat menangkap domain 3 huruf yang rasanya cocok dibuat menjadi penyingkat URL.

Kenapa kro.co? kroco sering identik dengan hal negatif, hina, dan rendah. Padahal bila kita lihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kroco dapat berarti:

kro·co n 1 siput kecil; 2 ki hina; rendah kerdil: jiwa — jiwa kerdil

Nah, saya mengambil makna yang pertama, siput kecil. Masih nyambung kan dengan penyingkatan URL? Makanya pada logo kro.co ada siluet siput. Mudah-mudahan dapat dilihat begitu, maklumlah, logo kro.co saya buat sendiri setelah diprotes berkali-kali ama si Deni ;) Kelebihan kro.co adalah situs ini menggunakan bahasa Indonesia dan menggunakan alfanumerik random yang berjumlah 4 karakter, jadi dapat menghemat karakter di situs-situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan Foursquare. Bila mendaftar sebagai member, Anda dapat melihat statistik link yang Anda buat. Tenang saja… 100% gratis tis tis tis!

Bila dipermutasi dengan perhitungan matematika, maka penyingkat URL kro.co dapat mempersingkat 1,413,720 URL sebelum berpindah ke 5 karakter. So, selamat menikmati!

nb: segala saran dan masukan untuk kro.co dapat dilayangkan ke email: support(at)kro.co. Kami juga terbuka bila ada yang bergabung untuk pengembangan layanan ini. Terima kasih…

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
Posted in Buzz Marketing, Internet, Social Media | Tagged , , , | 23 Comments

Jangan Makan Takoyaki Selama Event Piala Dunia!

Pelajaran yang dapat saya petik hari ini adalah: Jangan makan Takoyaki selama event Piala Dunia, atau tim jagoan Anda akan kalah! Lengkapnya silakan baca di blog 365 hari saya, Paul The Octopus.

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Blog | Tagged , , | 24 Comments

Just Post It

Berbagai kemajuan teknologi memberi kemudahan kepada kita untuk berbagi. Tidak lagi dibatasi tempat dan waktu, walau pada kasus-kasus tertentu kita masih memiliki keterbatasan, namun batas-batas itu sudah begitu tipisnya.

Beberapa waktu lalu, dilepasnya WordPress 3.0 diikuti pula oleh diupdatenya WordPress untuk iPhone. Untuk aplikasi yang satu ini memang sangat sederhana. Tidak ada settingan yang rumit, kita hanya diberi akses pada komentar, postingan, dan page.

Kesederhanaan justru mampu membuat saya kilas balik ke awal-awal saya ngeblog. Pokoknya, “Just post it”!

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Blog | Tagged , | 14 Comments

Blog: Sebuah Puncak

Maaf kalau saya jadi jarang menulis di blog ini. Saya tidak sedang hiatus kok… Malah saya masih semangat ngejalanin proyek ngeblog 365 hari di deddy.me.

Semakin ke depan saya mencoba memaknai perjalanan ngeblog. Ibarat sebuah perjalanan mendaki gunung, maka suatu saat kita akan sampai di puncak. Jangan maknai puncak ini sebagai puncak kesuksesan, atau popularitas, atau pendapatan yang melimpah…

Saat di puncak, kita akan dapat lebih jelas melihat dunia. Bahwa kita begitu kecil, namun sibuk dengan upaya untuk memperbesar diri.

Saat di puncak, saya ingin memaknai ngeblog itu kembali pada hakekatnya; menulis untuk berbagi…

*maaf kalau tulisan ini dirasa ngelantur dan ngga jelas, mungkin saja gara-gara tim jagoan saya di Piala Dunia terus berguguran. Sisa Jerman nih…

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Posted in Blog, Internet | Tagged , | 31 Comments