June 21st, 2009 by Deddy Andaka, dr
Fiuh! Tanpa terasa sudah sebulan lebih saya tidak mengupdate blog ini. Bukan karena hasrat ngeblog sudah hilang, tapi karena sebulan terakhir ini saya disibukkan dengan persiapan “big day” dalam hidup saya. Iya, tanggal 28 Juni 2009 ini saya dan Martha berencana untuk melangsungkan pernikahan.

Untuk itu berbagai persiapan pun dilakukan, dari wedding organizer, foto pre-wedding, milih souvenir, bikin jas & baju penganten, konsep acara, milih undangan, mc, band, video, dekorasi, acara pemberkahan dan ah… masih banyak lagi yang lain. Salah satu yang paling repot ya nyebarin undangan. Apalagi temen-temen sudah pada mencar-mencar gitu posisinya. Maka konsep Wedding 2.0 menjadi solusi.
Selain membuat Wedding Event lewat Facebook, saya juga membuat sebuah website wedding. Iya, website itu saya buat sendiri dengan menggunakan Wordpress dan Theme Manifest yang tersedia gratis di internet, tentu saja setelah dipermak di sana sini. Tampilannya memang sederhana… tapi itulah yang membuat saya memilih theme tersebut sebagai themes website wedding saya. Ngerjain sendiri memang cukup melelahkan, namun setelah melihat hasilnya saya cukup puas. Paling tidak, apa yang ditampilan benar-benar dapat mencerminkan apa yang saya inginkan.
Nah, postingan kali ini memang singkat. Hanya ingin mengabarkan berita bahagia ini. Bagi temen-temen sekalian, silakan mampir ke “Deddy & Martha Wedding Website” dan ditunggu komentar dan saran-sarannya… Terima kasih!
Tags: Wedding
Posted in Design, Personal Life | 44 Comments »
May 17th, 2009 by Deddy Andaka, dr
Bulan Juli tahun lalu saya sempat menulis tentang “Kontes Popularitas Calon Presiden Indonesia pada PEMILU 2009” dari kaca mata mesin pencari Google. Waktu itu memang masih terlalu dini untuk membicarakan siapa calon Presiden (capres) dan Wakil Presiden (cawapres) yang layak untuk maju ke “putaran final” Pemilu Presiden 8 Juli 2009 mendatang. Namun setelah melalui proses yang panjang dan deal-deal koalisi yang alot dan panas, kini sampailah kita pada 3 pasangan capres dan cawapres, yaitu: Jusuf Kalla - Wiranto (JK-WIN), Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono (SBY-BERBUDI), dan Megawati Soekarnoputri - Prabowo Subianto (MEGA-PRO).

Nah, pada tulisan kali ini saya membuat sebuah polling tentang siapa pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pilihan Anda. Saya juga menyertakan pilihan “Bukan salah satu di atas” untuk menghormati kebebasan pendapat. Polling ini akan ditutup tanggal 9 Juli 2009. Silakan divote ya…

Loading ...
Tags: PEMILU, Politik, Presiden
Posted in Politik | 147 Comments »
May 8th, 2009 by Deddy Andaka, dr
Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa
Samagga Sakhila Hotha
Hendaklah saling rukun dan berbaik hati
(Apadàna II)
Samagganang Tapo Sukho
Upaya kelompok orang yang bersatu menimbulkan kebahagiaan
(Dhammapada 194)
Tanggal 9 Mei 2009, umat Buddha memperingati Tiga Peristiwa Suci Waisak; saat Kelahiran, Pencerahan Sempurna, dan Kemangkatan Guru Agung Buddha Gotama. Kelahiran Buddha adalah kemunculan seorang manusia luhur yang kelak mampu memahami Kebenaran Dhamma, Pencerahan Sempurna merupakan penembusan Kebenaran Dhamma secara sempurna oleh seorang Buddha, serta Kemangkatan Buddha adalah perealisasian Kebenaran Dhamma tertinggi atau Parinibbàna. Meskipun guru agung Buddha Gotama telah mangkat dua ribu lima ratus lima puluh tiga tahun yang lampau, tetapi ajaran Kebenaran Dhamma masih tetap dipergunakan sebagai pandangan hidup sebagian umat manusia di dunia dewasa ini, khususnya umat Buddha; karena keberadaan Kebenaran Dhamma melintasi batas ruang dan waktu.
Sangha Theravàda Indonesia mengangkat tema Peringatan Hari Raya Waisak 2553/2009: Kehadiran Buddha Sumber Keharmonisan dan Keutuhan Bangsa. Tema tersebut mengingatkan umat Buddha sekalian bahwa peringatan hari raya Waisak adalah memperingati kehadiran Buddha di tengah-tengah dunia ini. Kehadiran Buddha yang sangat jarang terjadi sungguh merupakan suatu peristiwa yang sangat diagungkan bagi kita, karena kehadiran Buddha sama halnya dengan kehadiran penyebab kebahagiaan hidup yang sesungguhnya. Buddha mengingatkan kepada kita: bangun, jangan lengah, tempuhlah kehidupan benar, siapapun yang menempuh hidup sesuai Kebenaran Dhamma, ia akan berbahagia di dunia ini maupun di dunia selanjutnya. Baca selanjutnya »
Tags: Buddha, Waisak
Posted in Renungan | 16 Comments »
April 29th, 2009 by Deddy Andaka, dr
Tanggal 11 April lalu saya mengikuti diskusi bulanan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) wilayah Bali yang mengambil topik Fenomena Ponari: Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat dengan narasumber Prof. dr. Elias Sukardi dan dr. Nyoman Hanati, Sp.KJ(K). Hadir juga di sana dr. Hariyasa Sanjaya, Sp.OG selaku moderator dan juga dr. Cock Wirawan. Acara ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh IDI Bali dalam rangka menyambut HUT IDI yang jatuh pada bulan Oktober nanti.

Acara ini bukanlah sebuah seminar. Dan untuk sebuah acara diskusi, boleh dibilang acara ini memiliki nuansa yang berbeda. Peserta duduk lesehan membentuk lingkaran, atau lebih tepatnya duduk di pinggir tembok, dan ditengah-tengahnya ada LCD dan banyak jenis kue. Topik yang dipilih pun bukan topik yang “berat” seputar ilmu kedokteran terbaru. Namun Ponari, seorang dukun cilik yang telah menghebohkan masyarakat Indonesia beberapa bulan terakhir ini. Suasana diskusinya cukup santai namun berisi. Peserta dengan bebas mengemukakan pendapatnya tanpa harus takut dipersalahkan. Pokoknya di sana kita sharing pendapat.
Kebetulan saya dan dr. Martha mendapat bagian untuk merangkum dan menulis ulang hasil diskusi kemarin dan mempublikasikannya di surat kabar Bali Post dan situs IDI Bali. Nah, bagi yang ingin mengetahui hasil diskusi tersebut, silakan baca di situs IDI Bali dan Bali Post, Minggu 26 April 2009 dengan judul “Fenomena Ponari: Antara Kepercayaan, Rasionalitas dan Aspek Medis“
Tags: Dokter, Dukun Cilik, IDI, Ponari
Posted in Health | 44 Comments »
April 18th, 2009 by Deddy Andaka, dr
Satu lagi sebuah karya dari seorang blogger sekaligus dokter, Meta Hanindita, lewat sebuah buku yang berjudul “MetaMorphosis: Miauww Itu Kucing, Kan?“. Seperti yang tertulis di sampul depan, buku ini menyajikan cerita-cerita konyol, sotoy dan gokil dari seorang (waktu itu) calon dokter. Dari masalah “kepikunan kronis”, bedain kucing ama anjing (honestly… for me it’s a dog, Met) sampai serunya medical student exchange ke Denmark.
Ngga melulu tentang cerita konyol. Tulisan yang berjudul “Dokter Oh Dokter” dapat mewakili curahan hati para dokter, bahwa menjadi dokter itu tidak mudah dan tidak selalu menyenangkan. Namun bagi kami, menjadi dokter adalah suatu kebanggaan, suatu prestasi yang bukan hanya dinilai di dunia, melainkan juga di akhirat.
Bagi para dokter, buku ini wajib dibaca untuk mengingatkan kembali (nostalgia-red) akan kekonyolan-kekonyolan sewaktu menjalani pendidikan dokter. Serius, beberapa kali saya jadi teringat akan peristiwa yang saya pikir “cukup konyol untuk menjadi nyata” namun kenyataannya ya memang terjadi.
Bagi para calon dokter, wah… tambah wajib lagi nih. Setidaknya Meta dapat menunjukkan bahwa menjalani pendidikan sebagai seorang calon dokter tidak melulu diisi dengan belajar textbook kedokteran dalam kamar yang sempit. Karena hakekat belajar itu sesungguhnya bagaimana kita menjalani kehidupan ini. Disela-sela kesibukannya sebagai seorang calon dokter, Meta masih sempat menyambi sebagai penyiar radio, presenter TV, pengajar di sekolah broadcasting, MC dan kontributor majalah remaja. Salut deh…
Trus gimana untuk yang bukan dokter dan calon dokter? Tenang saja… buku ini bukan textbook kedokteran kok
Tidak akan membuat otak memanas karena berpikir. Sebaliknya, buku ini disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan dan anak muda banget. Siap-siap tersenyum, tersindir dan terharu dari awal sampai akhir!
ps: Thanks for the book, Met…
Tags: Buku, Dokter
Posted in Blog | 17 Comments »
April 14th, 2009 by Deddy Andaka, dr
Entah kenapa, belakangan ini browsing pake Firefox lambat banget. Dari mulai click icon Firefox sampai terbukanya windows terasa tidak secepat ketika browser ini pertama kali release. Buka tab juga terasa berat. Begitu juga dengan kecepatan ngetik alamat URL juga terasa lebih lambat beberapa detik sampai munculnya tulisan di URL bar. Beberapa kali browsing juga sempet crash sampai tiba-tiba nutup dan hilang sendiri tanpa sebab yang jelas. Hmm… Padahal alasan-alasan seperti itulah yang dulu membuat saya berpaling dari IE ke Firefox. Mungkin ada yang mengalami hal yang sama?
Saya mulai berpikir untuk berpaling ke Google Chrome. Sejak di-release September 2008 lalu browser ini memang sudah mulai menarik perhatian saya. Tampilannya yang ringan, simple dan bersih benar-benar memberikan suasana baru. Memang bagi yang terbiasa ngeklik-ngeklik tombol akan mengalami sedikit kesulitan karena browser ini nyaris bersih dari yang namanya tombol. Di awal-awal tentu perlu sedikit membiasakan diri dengan beberapa keyboard shortcut. Repot? Wajar saja, lagi pula memang ada “harga” yang harus dibayar untuk sebuah keinginan kan?
Ok, saya coba dulu menjelajahi Facebook, Email, Blogwalking, Forum dengan Google Chrome. Dan sebagai penutup saya ingin mengutip sebuah quote yang hari ini masuk ke hape saya. “Orang yang paling menderita adalah orang yang sulit menerima perubahan“. Hehe… rasanya kok pas banget ya SMS ini masuk ketika saya ingin berubah dari menggunakan Firefox ke Google Chrome. Thanks Tha!
Tags: Firefox, Google Chrome, IE
Posted in Internet | 60 Comments »